Posted by: permanasidik | August 6, 2010

Merencanakan kematian yang Indah


Kita semua tahu (atau minimal pura-pura tahu) bahwa sebenarnya ajal itu tak ada yang tahu, kapan dan di mana gerangan ia akan datang. Namun setidaknya, ada yang masih bisa kita lakukan untuk membuatnya datang pada tempat dan waktu yang benar.

Hmmm…kelihatannya kontra dengan pemahaman takdir, tapi menurut justeru tidak, bahkan sangat sejalan dengan makna takdir.

Dalam pemahaman Islam Sunni Ahlusunnah wal Jamaah, bahwa sebenarnya takdir itu adalah sesuatu yang logis dan terukur, sesuai mashdar-nya. Kata takdir berasal dari bahasa arab yaitu kata qaddara, yg bearti mengukur, memberi kadar, atau ukuran. jika ada orang yang mengatakan : ” Allah telah mentakdirkannya”, hal itu berarti Allah telah memberikan kadar, ukuran, batas-batas tertentu dalam diri, sifat-sifat ataupun kemampuan maksimal makhluknya.

Dan bahwa kematian pun adalah takdir juga, sebab ia telah ditentukan. Namun demikian, takdir bukanlah sesuatu yang saklek ukurannya, ia tetap saja fleksibel, bisa berubah sebelum ketentuan terakhirnya datang. Usaha untuk merubah takdir disebut ikhtiar.

Konsep Husnul Khotimah (akhir hayat yang baik), bagi saya juga sesuatu yang terukur. Dan masih menurut saya, bahwa Husnul Khotimah bisa kita dapatkan dengan sadar.

Misalnya, tidak mendekati area-area yang jelas nilai kemaksiatannya atau yang remang-remang sekalipun. Sebab, siapa tahu, ketika menginjakkan kaki di area tersebut, malaikat maut sudah siap menunggu, lalu kita hilang nyawa ditempat itu. Dan buruklah akhir hayat kita.

Sebuah Nasihat: Berhati-hatilah
Kehati-hatian, dalam bahasa agama dikenal dengan istilah Wara`. Hati-hati untuk tidak coba-coba, atau sengaja mencoba hotspot kemaksiatan. Baik maksiat yang jelas kemaksiatannya, atau yang remang-remang.

Aktifitas yang selalu terjaga, akan menyebabkan kita bisa mendapatkan akhir kematian yang baik. Bangun tidur, Sholat, tadarus, sarapan, berangkat kerja (lalu selalu berusaha menghindari kemaksiatan selama bekerja), pulang kerumah, sholat, sampai tidur kembali….selalu menjaga diri dari maksiat, tentu bisa mnyebabkan kita bisa mendapatkan Husnul Khotimah.

Yang menggembirakan, bahwa Husnul Khotimah, bisa dicapai oleh siapapun, selama dia mukmin, dan menjaga dirinya dari area-kemaksiatan.

Wallahu A`lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: